Statistika – Bab 4

· Mata Kuliah, Statistika
Authors

BAB IV

KONSEP DASAR PENGUJIAN HIPOTESIS

 

 

A. Statistik dan Penelitian

Dalam statistik hipotesis dapat diartikan sebagai pernyataan statistik tentang parameter populasi. Terdapat perbedaan mendasar pengertian hipotesis menurut statistik dan penelitian. Dalam penelitian, hipotesis diartikan sebagai jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian.

B. Tiga Bentuk Rumusan Hipotesis

  1. Hipotesis Deskriptif

Adalah dugaan tentang nilai suatu variabel mandiri, tidak membuat perbandingan atau hubungan.

Contoh :

Dari rumusan masalah :

  1. Seberapa tinggi daya tahan lampu merek X?
  2. Seberapa tinggi produktivitas padi di Kabupaten Klaten?
  3. Seberapa baik gaya kepemimpinan di Lembaga X?

Dapat dijadikan rumusan hipotesis sebagai berikut :

  1. Daya tahan lampu merek X = 800 jam.
  2. Produktivitas padi di Kabupaten Klaten 8 ton/ha.
  3. Gaya kepemimpinan di lembaga X telah mencapai 70% dari yang diharapkan.

Dalam perumusan hipotesis statistik, antara hipotesis nol (Ho) dan hipotesis alternative (Ha) selalu berpasangan, bila salah satu ditolak, maka yang lain pasti diterima.

Contoh :

Suatu bimbingan tes menyatakan bahwa murid yang dibimbing di Lembaga itu, paling sedikit 90% dapat diterima di Perguruan Tinggi Negeri. Rumusan hipotesis statistiknya adalah :

Ho : µ ≥ 0,90

Ha : µ < 0,90

2. Hipotesis Komparatif

Adalah pernyataan yang menunjukan dugaan nilai dalam satu variabel atau lebih pada sampel yang berbeda.

Contoh :

Rumusan masalah komparatif :

“Apakah ada perbedaan produktivitas kerja antara pegawai golongan I, II, III?”

Rumusan Hipotesis :

Tidak terdapat perbedaan produktivitas kerja antara golongan I, II, III.

Rumusan Statistiknya :

Ho : µ1 = µ2 = µ3                    µ : dibaca ‘mu’

Ha : µ1 ≠ µ2 ≠ µ3

3. Hipotesis Asosiatif (Hubungan)

Adalah suatu pernyataan yang menunjukan dugaan tentang hubungan antara dua variabel atau lebih.

Contoh :

Rumusan masalah asosiatif :

“Apakah ada hubungan antara Gaya Kepemimpinan dengan Efektifitas Kerja?”

Rumus hipotesis nol nya :

Tidak ada hubungan antara Gaya Kepemimpinan dengan Efektivitas Kerja.

Rumusan Statistiknya :

Ho : ρ = 0

Ha : ρ ≠ 0

  1. Taraf Kesalahan dalam Pengujian Hipotesis

Menguji hipotesis pada dasarnya adalah menaksir parameter populasi berdasarkan data sampel. Terdapat dua cara menaksir yaitu :

  1. A point astimate : suatu taksiran parameter populasi berdasarkan satu nilai data sampel. Contoh : Daya tahan kerja orang Indonesia 10 jam/hari.
  2. Interval estimate : suatu taksiran parameter populasi berdasarkan nilai interval data sampel. Contoh : Daya tahan kerja orang Indonesia antara 8 sampai dengan 12 jam/hari.
  3. Dua Kesalahan dalam Pengujian Hipotesis

Dalam menaksir parameter populasi berdasarkan data sampel, kemungkinan akan terdapat dua kesalahan yaitu :

  1. Kesalahan Tipe I adalah suatu kesalahan bila menolak hipotesis nol (Ho) yang benar (seharusnya diterima). Dalam hal ini tingkat kesalahan dinyatakan dengan α (alpha).
  2. Kesalahan Tipe II adalah kesalahan bila menerima hipotesis yang salah (seharusnya ditolak). Tingkat kesalahan untuk ini dinyatakan dengan β (betha).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: